WELCOME TO MY BLOG

26 Oktober 2013

CABAI

Apa itu cabai ?

Berbicara masalah cabai, pasti kalian sudah tahu dan bagaimana membayangkan rasanya, cabe dalam bahasa jawa yaitu lombok, cabe adalah tanaman perdu yang buahnya berbentuk bulat panjang dan ujung meruncing, apabila sudah tua berwarna merah kecoklatan atau hijau tua, berisi banyak biji itulah yang pedas rasanya.
Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Nah...... pasti ibu kalian sering menggunakan cabai sebagai bumbu khususnya dalam pembuatan sambal.
Macam-macam cabai yang dibudidayakan di indonesia
Cabai Besar
  1. Cabai besar. Banyak macam cabai besar yang ditanam di Indonesia yaitu cabai besar merah dan cabai besar hijau dari warnanya saja sudah berbeda, ukurannya memang lebih besar dibanding cabai lainnya, kulitnya lebih halus dan bentuknya tidak keriting.


  1. Cabe kriting.  Mendengar namanya saja pasti kalian bisa membayangkan seperti apa cabai kriting, cabai kriting berbentuk kriting dan memanjangdan tidak besar. Ada dua cabai kriting yaitu cabai kriting hijau dan cabai kriting hijau , nah biasanya cabai ini paling digemari ibu kalian karena rasanya yang pedas
  2. Cabe rawit. Tidak kalahnya dengan cabai besar dan cabai kriting, cabe rawit juga ada dua jenis yaitu cabe rawit hijau dan cabai rawit merah ukuran tidak terlalu besar paling kecil diantara cabai lainnya, Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau menjadi merah saat matang. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Manfaat cabai
Cabai ternyata mempunyai banyak manfaat lho diantaranya
Bagi kesehatan :

  • Menambah nafsu makan,
  • Menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas,
  • Batuk berdahak,
  • Melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis,
  • Migrain.

Selain sebagai penyedap masakan dan penggugah selera makan juga sangat berhasiat bagi kesehatan hewan contohnya pada burung cabai mampu merangsang ocehan untuk gemar bernyanyi

Akibat Mengonsumsi Berlebihan
Bagi kalian yang penasaran dengan rasa cabai jangan sekali-kali terlalu banyak makan cabai, karena ternyata sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Berikut ini 7 Bahaya Makanan Pedas

  • Makanan pedas mengakibatkan kerusakan dinding lambung,
  • Makanan pedas mengakibatkan penyakit Gastritis atau maag akut,
  • Mengakibatkan penyakit Ulkus Gaster atau tukak lambung,
  • Terkena insomnia atau susah tidur pada malam hari. Sehingga sebaiknya anda tidak memakan makanan pedas di saat malam hari.
  • Nafsu makan. Jadi usahakan untuk mengurangi makanan yang berasa pedas untuk kesehatan tubuh anda.,
  • Mengakibatkan berat badan kalian semakin menurun.
  • Anda terkena serangan sakit kepala dari dampak penyakit gastritis.

Nah ... jadi mengonsumsi cabai secara teratur juga dapat menunda kerentaan tubuh.
Tapi jika kebanyakan makan cabai juga tdak baik bagi kesehatan terlalu banyak makan cabai atau pedas menyebabkan iritasi pada pencernaan yang dapat meningkatkan gerakan usus sehingga mulas-mulas dan menyebabkan masalah pencernaan.

Sumber Terkait :
http://abdulrahamansaleh38.blogspot.com/2013/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://denis-thea.blogspot.com/2011/12/gb.html
http://denis-thea.blogspot.com/2011/12/gb.html
https://www.google.com/search?q=baagian-bagian+cabai
https://www.google.com/search?q=ayam+bertelur&client
http://denis-thea.blogspot.com/2011/12/gb.html

22 September 2013

HAKIKAT MEDIA PEMBELAJARAN


A.PEMBELAJARAN SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI
     Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai fasilitator, yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran adalah terjadinya proses belajar sebab sesuuatu dikatakan hasil belajar kalau memenuhi dari beberapa ciri berikut :

  • Belajar sifatnya disadari, dalam hal ini siswa merasa bahwa dirinya sedang belajar , timbul dalam dirinya motivasi-motivasi untuk memiiliki pengetahuan itu dimiliki secara permanen (retensi) betul-betul disadari sepenuhnya, timbul dalam dirinya motivasi-motivasi untuk memiliki pengetahuan yang diharapkan sehingga tahapan-tahapan dalam belajar samapai pengetahuan itu dimiliki secara permanen (retensi) betul-betul disadari sepenuhnya.
  • Hasil belajar diperoleh dengan adanya proses, dalam hal ini pengetahuan diperoleh tidak secara spontanitas, instant, namun bertahap (sequensial), Seorang anak bisa membaca tentu tidak diperoleh hanya dalam waktu sesaat namun berproses cukup lama, kemampuan mengeja, mengenal huruf, kata dan kalimat. Seseorang yang tiba-tiba memiliki kecakapan seperti lari dengan kecakapan tinggi karena akibat doping. Bukanlah hasil dari kegiatan belajar, namun efek dari obat atau zat kimia yang dikonsimnya.
  • Belajar membutuhkan interaksi, khususnya interaksi yang sifatnya manusiawi. Seorang siswa akan lebih cepat memiliki pengetahuan karena bantuan dari guru pelatih ataupun instruktur. Dalam hal ini terjadi komunikasi dua arah antara siswa dan guru. Kaitannya bahwa belajar membutuhkan interaksi, hal ini menunjukan bahwa proses pembelajran merupakan proses komunikasi, artinya didalamnya terjadi proses penyampain pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada sesorang atau sekelompok orang (penerima pesan) kemp (1975:15).


B. PENGERTIAN MEDIA DAN MEDIA PEMBELAJARAN
     Secara etimologi, kata “media” merupakan bentuk jamak dari “medium”, yang berasal dan Bahasa Latin “medius” yang berarti tengah. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kata “medium” dapat diartikan sebagai “antara” atau “sedang” sehingga pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi pesan antara sumber pemberi pesan dan penerima pesan. Media dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi (Aect, 1977:162). Media pembelajaran menurut para ahli diantaranya :
Media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran (chennel) untuk menyampaikan pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya (Soeparno, 1988:1), 
Media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima (Santoso S. hamijoyo), 
Media merupakan segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara, sarana, alat untuk proses komunikasi belajar mengajar (Rohani, 1997: 2-3), 
Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah marupakan media (Gerlach dan Ely (1971), 
Media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak yaitu siswa dan isi pelajaran.( Fleming 1987: 234), • Media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. (Hainich dan kawan-kawan (1982).
Kesimpulannya, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Dikaitkan dengan pembelajaran, media dimaknai sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

C.CIRI-CIRI DAN PRINSIP PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
 Ciri-ciri umum media pembelajaran adalah:

  1. Media pembelajaran identik dengan alat peraga langsung dan tidak langsung. • pembelajaran digunakan dalam proses komunikasi instruksional.
  2.  Media pembelajaran merupakan alat yang efektif dalam instruksional.
  3. Media pembelajaran memiliki muatan normatif bagi kepentingan pendidikan.
  4.  Media pembelajaran erat kaitannya dengan metode mengajar khususnya maupun komponen-komponen sistem instruksional lainnya. Sumber belajar dikatakan alat peraga jika hal tersebut fungsinya hanya sebagai alat bantu saja.
  5. Dikatakan media jika kita merupakan bagian integral dari seluruh kegiatan belajar & ada pembagian tanggung jawab antara guru dan sumber lain. Dengan demikian perbedaan antara media dan alat peraga terletak pada fungsinya bukan pada substansinya b)Prinsip-prinsip Pemilihan Media Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.     
Menurut Rumampuk (1988:19) bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah Harus diketahui dengan jelas media itu dipilih untuk tujuan apa, 
Pemilihan media harus secara objektif, bukan semata-mata didasarkan atas kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan atau hiburan. pemilihan media itu benar-benar didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa, 
Tidak ada satu pun media dipakai untuk mencapai semua tujuan. Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan. Untuk menggunakan media dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya dipilih secara tepat dengan melihat kelebihan media untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu, 
Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan metode mengajar dan materi pengajaran, mengingat media merupakan bagian yang integral dalam proses belajar mengajar, 
untuk dapat memilih media dengan tepat, guru hendaknya mengenal ciri-ciri dan masing-masing media, dan 
Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan kondisi fisik lingkungan. Sedangkan Ibrahim (1991:24)

DAFTAR PUSTAKA
Sadiman, Arief S. Dr. M.Sc. 1986. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada.
Sanaky Hujeir.2009.Media Pembelajaran.Yogyakarta.
Safiria Insania Press Hustanda, Cecep. Dkk. 2012. Media Pembelajaran. Ghaliha Indonesia .