Pelaksaaan
pembelajaran menulis dikelas dua pada daasaranya sama dengan keas satu, namun
karena bahan pengajaran dikelas dua berbeda dengan kelas satu dan tingkat
kesulitannyapun relatuf tinggi, ada beberapa cara atau langkah yang perlu
diperhatikan cara-cara tersebut antara lain sebagau berikut :
Pengenalan
Pada taraf pengenalan ini guru
hendakanya memperhatikan benar=benar tulisan yang hendak dikenalkan kepada anak
terutama yang belum pernah dikenalkan
Menyalin
Pembelajran menyalin dikelas dua
dapat dilakukan dengan alternative berikut :
- Menjiplak (menyalin tulisan dipapan tulis kedalam buku latihan sesuai dengan bacaan tersebut ),
- Menyaindari tulisan cetak(lepas) ketulisan sambung atau sebaliknya,
- Menyalin dari huruf kecil menjadi huruf besar pada huruf pertama kata awala kalimat
- Menyalian dnegan cara melengkapi, yakni dengan cara (a) melengkapi dengan tanda baca dan (b) melengkapi dengan kata
Menulis halus atau indah
Perbedaan pembelajaran menulis
halus dikelas satu dengan dikelas dua hanyalah terletak pad bahan yang
diajarkan. Dalam pelaksanannya, pembelajaran menulis indah/halus yang harus
diperhatikan
Dikte/imla
Pembelajaran
dikte dimaksudkan untuk memantapkan siswa dalam menuliskan kalimat yang pada
huruf awal katanya menggunakan huruf besar. Selain itu, penggunaan tanda baca
atau penggunaan diftog dalam kata atau kalimat juga dikenalkan dan dilatihkan
dasar mengarang.
Menulis nama
Sebagai
pengajaran menulis dikelas satu, para sisiwa diberi tugas untk meniulis nama
benda, nama orang, nma jalan, desa, kota, bintang tumbuhan, dan sebgainya, Perbedaannya
kalau dikelas satu masih menggunakan huruf kecil, maka di keas dua siiswa sudah
menggunakan huruf besar pada huruf pertama kata awal klaimat, latihan ini
merupakan latihan dasar mengarang.
Mengarang sederhana
Pembelajaran mengarang di keas
dua diberikan dalam bentuk mnegarang sedrhana yang berisi culup lima sampai
sepuluh baris, dalam mengarang ini digunakan rangsang visual berupa gambar, selanjutnya,
siiswa diminta menyusun cerita sesuia dengan gambar tersebut. Selian dengan
rangsang visual, dapat juga meminta siswa menuliskan pengalamnnya sendiri,
cerita dari bangun tidur sampai akan berangkat kesekolah atau dalam perjalanan
menuju sekolah, dan sebagainya. Dalam mengarang sederhana dikelas dua kerapian, ketetapaan ejaan, da nisi
karangan ditekannkan kepada siiswa untuk diperhatikan.
DAFTAR PUSTAKA
sunaryo, kartadinata.2011.bahan AJar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia
DAFTAR PUSTAKA
sunaryo, kartadinata.2011.bahan AJar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar