WELCOME TO MY BLOG

08 Januari 2014

PELAKSAAN PENGAJARAN MENULIS DI KELAS DUA DAN TIGA



Pelaksaaan pembelajaran menulis dikelas dua pada daasaranya sama dengan keas satu, namun karena bahan pengajaran dikelas dua berbeda dengan kelas satu dan tingkat kesulitannyapun relatuf tinggi, ada beberapa cara atau langkah yang perlu diperhatikan cara-cara tersebut antara lain sebagau berikut :
Pengenalan
Pada taraf pengenalan ini guru hendakanya memperhatikan benar=benar tulisan yang hendak dikenalkan kepada anak terutama yang belum pernah dikenalkan
Menyalin
Pembelajran menyalin dikelas dua dapat dilakukan dengan alternative berikut :
  1. Menjiplak (menyalin tulisan dipapan tulis  kedalam buku latihan sesuai dengan bacaan tersebut ), 
  2. Menyaindari tulisan cetak(lepas) ketulisan sambung atau sebaliknya,
  3.  Menyalin dari huruf kecil menjadi huruf besar pada huruf pertama kata awala kalimat
  4.  Menyalian dnegan cara melengkapi, yakni dengan cara (a) melengkapi dengan tanda baca dan (b) melengkapi dengan kata
Menulis halus atau indah
Perbedaan pembelajaran menulis halus dikelas satu dengan dikelas dua hanyalah terletak pad bahan yang diajarkan. Dalam pelaksanannya, pembelajaran menulis indah/halus yang harus diperhatikan
Dikte/imla
Pembelajaran dikte dimaksudkan untuk memantapkan siswa dalam menuliskan kalimat yang pada huruf awal katanya menggunakan huruf besar. Selain itu, penggunaan tanda baca atau penggunaan diftog dalam kata atau kalimat juga dikenalkan dan dilatihkan dasar mengarang.
Menulis nama
Sebagai pengajaran menulis dikelas satu, para sisiwa diberi tugas untk meniulis nama benda, nama orang, nma jalan, desa, kota, bintang tumbuhan, dan sebgainya, Perbedaannya kalau dikelas satu masih menggunakan huruf kecil, maka di keas dua siiswa sudah menggunakan huruf besar pada huruf pertama kata awal klaimat, latihan ini merupakan latihan dasar mengarang.
Mengarang sederhana
Pembelajaran mengarang di keas dua diberikan dalam bentuk mnegarang sedrhana yang berisi culup lima sampai sepuluh baris, dalam mengarang ini digunakan rangsang visual berupa gambar, selanjutnya, siiswa diminta menyusun cerita sesuia dengan gambar tersebut. Selian dengan rangsang visual, dapat juga meminta siswa menuliskan pengalamnnya sendiri, cerita dari bangun tidur sampai akan berangkat kesekolah atau dalam perjalanan menuju sekolah, dan sebagainya. Dalam mengarang sederhana dikelas  dua kerapian, ketetapaan ejaan, da nisi karangan ditekannkan kepada siiswa untuk diperhatikan.

DAFTAR PUSTAKA
sunaryo, kartadinata.2011.bahan AJar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia

Tidak ada komentar: