WELCOME TO MY BLOG

04 Januari 2014

KORELASI ANTARA AKAR PEMIKIRAN LIBERALISME TERHADAP BANGSA INDONESIA


Liberalisme tumbuh dari konteks masyarakat Eropa pada abad pertengahan, ketika itu masyarakat terbagi atas dua hal yaitu kaum aristokrat dan para petani, Kaum aristokrat diperkenankan untuk memiliki tanah, golongan ini pula yang menguasai proses politik dan ekonomi, sedangkan para petani berkedudukan sebagai penggarap tanah yang dimiliki oleh kaum bangsawan, yang harus membayar pajak dan menyumbangkan tenaga bagi sang bangsawan. Akibatnya, para petani tidak lebih sebagai milik pribadi sang bangsawan. Sebaliknya, kesejahteraan para penggarap itu seharusnya ditanggung oleh sang bangsawan sehingga kegiatan itu dimonopoli oleh kaum aristokrat.
Jhon locke (1632-1704) merupakan orang pertama yang meletakan dasar-dasar ideologi liberal. Liberalisme memandang manusia sebagai  makhluk bebas yang kebebasannya melalui unsur rasionalisme, materialisme, dan individualisme merupakan milik yang sangat tinggi dan berhaga
Liberalisme sebagai suatu ideologi pragmatis ajaran-ajaran yang terkandung dalam ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci, melainkan dirumuskan secara umum atau prinsip-prinsipnya saja maka ideologi tersebut digolongkan sebagai ideologi pragmatis, tidak satu ideologi saja yang diperkenankan berkembang dalam masyarakat , akan tetapi ada satu yang dominan.
Ciri-ciri liberalisme
Ciri-ciri ideologi liberalisme menurut (Lyman Tower sargent,1986:96) adalah sebahgai berikut :
a.  Memiliki kecenderungan untuk mendukung perubahan
b.  Mempunyai kepercayaan terhadap nalar manusia
c.   Bersedia menggunakan pemerintah untuk meningkatkan kondisi manusiawi
d.  Mendukung kebebasan individu
e.  Bersikap ambivalen terhadap sifat manusia
Diatas telah disebutkan ciri-ciri yang menggambarkan keunggulan liberalisme kecuali sifat ambivalennya terhadap sifat manusia, namun liberalisme mempunyai kelemahan-kelemahan, yaitu liberalisme buta pada kenyataan, bahwa tidak semua orang kuat kedudukannya dan tidak semua orang sama cita-citanya, sehingga kebebasan yang hampir tanpa batas dengan sendirinya dipergunakan oleh individu-individu dan kelompok-kelompok  yang kuat untuk semakin memperluas kegiatan dan pengaruhnya, kemungkinan bagi pihak yang lebih lemah semakin kecil.
Masuknya liberalisme ke indonesia
Sekularisme sebagai akar liberalisme masuk secara paksa ke Indonesia melalui proses penjajahan, khususnya oleh pemerintah Hindia Belanda. Prinsip negara sekular telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar Belanda tahun 1855 ayat 119 yang menyatakan bahwa pemerintah bersikap netral terhadap agama, artinya tidak memihak salah satu agama atau mencampuri urusan agama. (Suminto, 1986:27).
Prinsip sekular dapat ditelusuri pula dari rekomendasi Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial untuk melakukan Islam Politikk, yaitu kebijakan pemerintah kolonial dalam menangani masalah Islam di Indonesia. Kebijakan ini menindas Islam sebagai ekspresi politik.
Politik Etis yang dijalankan penjajah Belanda di awal abad XX semakin menancapkan liberalisme di Indonesia. Salah satu bentuk kebijakan itu disebut unifikasi, yaitu upaya mengikat negeri jajahan dengan penjajahnya dengan menyampaikan kebudayaan Barat kepada orang Indonesia. Pendidikan, sebagaimana disarankan Snouck Hurgronje, menjadi cara manjur dalam proses unifikasi agar ong Indonesia dan penjajah mempunyai kesamaan persepsi dalam aspek sosial dan politik, meski pun ada perbedaan agama. (Noer, 1991:183).
Proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945 seharusnya menjadi momentum untuk menghapus penjajahan secara total, termasuk mencabut pemikiran sekular-liberal yang ditanamkan penjajah. Namun hal tersebut bertolak belakang, revolusi kemerdekaan Indonesia hanyalah mengganti rejim penguasa, bukan mengganti sistem atau ideologi penjajah. Pemerintahberganti, tetapi ideologi tetap sekular.
Ketersesatan sejarah Indonesia itu terjadi karena saat menjelang proklamasi, kelompok sekular dengan tokohnya Soekarno, Hatta, Ahmad Soebarjo, dan M. Yamin telah memenangkan kompetisi politik melawan kelompok Islam dengan tokohnya Abdul Kahar Muzakkir, H. Agus Salim, Abdul Wahid Hasyim, dan Abikoesno Tjokrosoejoso. (Anshari, 1997:42). Jadilah Indonesia sebagai negara sekular.
Indonesia menganut ideologi liberalism pancasila
Indonesia sebagai Negara sakular, sehingga berbagai bentuk pemikiran liberal sangat potensial untuk dapat tumbuh subur di Indonesia, baik liberalisme di bidang politik, ekonomi, atau pun agama. Dalam bidang ekonomi, liberalisme ini mewujud dalam bentuk sistem kapitalisme, yaitu sebuah organisasi ekonomi yang bercirikan adanya kepemilikan pribadi , perekonomian pasar , persaingan, dan motif mencari untung (Ebenstein & Fogelman, 1994:148).
Dalam bidang politik, liberalisme ini nampak dalam sistem demokrasi liberal yang meniscayakan pemisahan agama dari negara sebagai titik tolak pandangannya dan selalu mengagungkan kebebasan individu. (Audi, 2002:47). Dalam bidang agama, liberalisme mewujud dalam modernisme , yaitu pandangan bahwa ajaran agama harus ditundukkan di bawah nilai-nilai peradaban Barat. (Said, 1995:101).
Wacana akhir
Sebagaiman diketahui bahwa liberalisme merupakan paham yang pertama kali mentuarakan hak azasi manusia, yaitu hak- hak pada manusia karena kemanusiannya sendiri yang diberikan kepada sang pencipta dan oleh sebab itu tidak bisa dirampas oleh siapapun termasuk negara, bertitik dari pandangan diatas, jika dibandingkan dengan ideologi pancasila yang secara khusus norma-normanya terdapat didalam undang-undang dasar 1945, maka dapat dikatakan bahwa hal-hal yang terdapat didalam liberalisme terdapat didalam pasal-pasal UUD 1945, tetapi pancasila menolak liberalisme sebagai ideologi yang bersifat absolitas dan determinisme, absolitas diartikan sebagai ideologi yang diartikan sebagai adanya proses, memutlakan hal-hal yang pada hakikatnya tidak mutlak, determinisme adalah ajaran bahwa sesuatu itu secara mutlak telah ditentukan dan dibatasi oleh faktor-faktor tertentu. (pranakarka 1985:404).

DAFTAR PUSTAKA
Kaelan.2004.Pendidikan Pancasila.yogyakarta: paradigma
Setijo,panji.2010.Pendidikan Pancasila.Jakarta: PT gramedia widiasarana indonesia
Risna.2012.(online)(http://blog.ub.ac.id/risnafebriyani/2012/libralisme/ diakses 15 Mei 2013)
Shiddiq Al-Jawi. 2011. (online) (http://ayok.wordpress.com/2008/07/18/akar-sejarah-pemikiran-liberal/  diakses 15 Mei 2013 

Karya : Nur fitri Barokah



  

Tidak ada komentar: